Anggota DPRD Kaltim Usulkan Bentuk Pansus Tol Balsam, Ini Penjelasan Anggota Dewan 

Keadaan tersebut dirasa perlu untuk dikawal oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui pembentukan panitia khusus (pansus) tol Balsam.

Anggota DPRD Kaltim Usulkan Bentuk Pansus Tol Balsam, Ini Penjelasan Anggota Dewan 
Sarkowi V Zahry, anggota komisi III DRPD Kaltim, Selasa (30/6/2020)/Rubrik.id

RUBRIK.ID, SAMARINDA - Tarif tol Balikpapan-Samarinda hangat diperbincangkan diberbagai kalangan masyarakat.

Dari rakyat hingga wakil rakyat memprotes mahalnya iuran tarif hingga masih adanya persoalan ganti rugi pembebasan lahan warga di area tol yang belum dibayar.

Keadaan tersebut dirasa perlu untuk dikawal oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui pembentukan panitia khusus (pansus) tol Balsam.

Sarkowi V Zahry, anggota komisi III DPRD Kaltim menjelaskan pada dasarnya pansus dibentuk saat persoalan yang tengah dihadapi dalam kondisi kompleks.

"Begini filosofinya pansus itu dibentuk ketika persoalan kompleks. Kalau soal jalan saja ini di komisi III, tapi persoalannya sekarang ada keluhan pembebasan lahan itukan komisi I. Kemudian soal tarif itu komisi II," jelas Sarkowi kepada awak media, Senin (29/6/2020).

Sebab itu, politisi Golkar yang akrab disapa Owi ini menegaskan keinginan dibentuknya pansus tol diharapkan dapat menjadi muara untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang belum terselesaikan.

"Makanya kami ingin membentuk pansus itu menjadi muara karena anggotanya lintas komisi. Lain kalau cuma satu objek saja bisa komisi III aja," kata Owi.

Terkait perkembangan pembentukan pansus tol Sarkowi menyebut sedang dalam proses sembari menunggu kesediaan anggota Dewan yang lain.

"Sekarang sudah dilakukan collecting karena masih banyak teman-teman yang mau nambah tanda tangan. Kita akan tunggu jadwal Banmus. Untuk sekarang anggota Dewan provinsi yang sudah tanda tangan sekitar 25 orang," bebernya. (advertorial)