Amankan Tersangka di Kasus Manipulasi Dokumen Batu Bara, Polda Kaltim Tunggu Petunjuk Kejaksaan

Amankan Tersangka di Kasus Manipulasi Dokumen Batu Bara, Polda Kaltim Tunggu Petunjuk Kejaksaan
Amankan Tersangka di Kasus Manipulasi Dokumen Batu Bara, Polda Kaltim Tunggu Petunjuk Kejaksaan
RUBRIK.ID, BALIKPAPAN - Perkembangan terbaru dijelaskan pihak Polda Kaltim melalui Kabid Humas Kombes Pol Ade Yaya Suryana terkait proses hukum tambang ilegal di Kukar yang belum lama ini diungkap kepolisian.\n\nTerkait hal itu, Ade Yaya sampaikan pihaknya saat ini masih menunggu petunjuk Kejaksaan.\n\n"Kalau tahap 1 berkas dikirim ke JPU, tinggal menunggu dari jaksa apakah dinyatakan lengkap atau ada petunhuk lain. Kalau lengkap akan dilakukan pengiriman tersangka dan barang bukti," ungkapnya, Sabtu (7/9/2019).\n\nSebagai informasi, penyidik Polda Kaltim berhasil membuktikan upaya manipulasi dokumen SKAB (Surat Keterangan Asal Barang) dan SKPB (Surat Keteranfan Asal Barang) yang diterbitkan PT Belayan International Coal (BIC).\n\nDokumen tersebut digunakan PT Raihmadan Putra Berjaya sebagai dasar mengangkut batu bara sebanyak 7000 MT ke dalam Tongkang Kalindo, di lokasi Jetty CV. Arjuna yang terletak di Desa Sidomulyo Kecamatan Anggana, Kukar.\n\nAlurnya, dokumen ada, tapi batu bara yang mereka bawa tidak sesuai dokumen. Batu bara berasal tak sesuai dengan perizinan.\n\nDalam proses penyidikan selain pengakuan tersangka, kepolisian memerlukan keterangan saksi mata, saksi ahli dan alat pendukung penyidikan lainnya. Termasuk bantuan dari instansi lain, dalam hal ini Dinas Pertambangan dan Energi untuk membuktikan dokumen yang diduga palsu atau dimanipulasi oknum penambang ilegal itu benar sah atau tidak.\n\n"Ya, tentunya penyidikan melibatkan berbagai instansi, disiplin ilmu, keterangan ahli. Siapa saja, instansi apa saja. Kami melakukan kerjasama, dalam arti dimintai keterangannya, untuk membuktikan pelanggaran hukum yang dibuat tersangka," jelasnya.\n\nUntuk diketahui, batu bara milik PT. Raihmadan Putra Berjaya tersebut berasal dari Stockroom Bitek yang berada di Wilayah Kelurahan Sungai Siring Kecamatan Samarinda Utara dan diduga batubara tersebut bukan berasal dari hasil  produksi PT. Belayan International Coal.\n\n"Karena WIUP OP PT. Belayan International Coal berada di wilayah Desa Perangat Baru Kecamatan Marang Kayu dan Desa Sello Cela Kecamatan Muara Badak dengan luas 1.700 Hektar," ucapnya.\n\nKabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryatna juga menegaskan, PT. Belayan International Coal (BIC) mengakui bahwa Batubara milik PT. Raihmadan Putra Berjaya yang berada di dalam tongkang Kalindo tersebut bukan berasal atau hasil produksinya PT. BIC.\n\nPengungkapan kasus tambang ilegal di Anggana ini, pihaknya menangkap dua tersangka yakni SR dan MS dan mengamankan barang bukti berupa satu unit tongkang BG Kalindo dan Batubara satu Tongkang yang berisi sebanyak 7.000 MT. (*)