Akhirnya WHO Akui Lockdown Bukan Solusi Jangka Panjang Lawan Virus Corona

Akhirnya WHO Akui Lockdown Bukan Solusi Jangka Panjang Lawan Virus Corona
WHO Sebut lockdown bukan solusi jangka panjang lawan virus corona (Times of India)

RUBRIK.ID - Berita Internasional disajikan RUBRIK.ID tentang WHO yang akhirnya mengakui lockdown bukan solusi jangka panjang lawan virus corona, minta negara segera evaluasi penanganan Covid-19.

Selama masa pandemi Covid-19, tak sedikit negara di dunia yang menerapkan lockdown alias penguncian, seperti China, Prancis, Italia, hingga Amerika Serikat.

Namun strategi lockdown bukanlah satu-satunya cara untuk menghentikan laju penyebaran virus corona.

Baru-baru ini, Badan Kesehatan Dunia ( WHO ) akhirnya mengakui bahwa lockdown bukan solusi panjang untuk melawan Covid-19 di dunia.

Bahkan WHO meminta negara-negara untuk mengevaluasi kebijakan lockdown.

Pada Senin (27/7/2020), WHO mendesak seluruh negara untuk menerapkan strategi komprehensif berdasarkan pengetahuan lokal, di mana virus menyebar di sana, karena lockdown bukan strategi berkelanjutan.

Melansir AFP pada Senin (27/7/2020), penutupan perbatasan dan pembatasan perjalanan, dikatakan WHO, tetap menjadi bagian penting dari strategi banyak negara untuk memerangi Covid-19.

Berbagai negara di Eropa di negara lainnya sebagian telah melonggarkan aturan pembatas perjalanan, setelah adanya penurunan jumlah kasus Covid-19, tapi selang tak lama angka kasus meningkat lagi yang memunculkan diskusi lockdown kembali.

Badan kesehatan PBB memperingatkan bahwa langkah lockdown tidak dapat dipertahankan tanpa ada batas waktu, dan juga hanya akan berguna, jika dikombinakasikan dengan berbagai langkah lain untuk mendeteksi dan memutus rantai penularan.

"Terus menjaga agar perbatasan internasional tetap tertutup tidak selalu menjadi strategi yang berkelanjutan untuk ekonomi dunia, untuk orang miskin di dunia, atau untuk orang lain," kata Direktur Kedaruratan WHO, Michael Ryan kepada wartawan dalam konferensi virtual.

Akan hampir mustahil bagi masing-masing negara untuk mempertahankan penutupan perbatasan dalam jangka waktu panjang.

Pasalnya negara perlu mempertimbangkan kebutuhan ekonomi, pekerjaan, dan perdagangan yang harus dijalankan.

Ryan mengakui bahwa tidak mungkin dunia "memiliki kebijakan tunggal" untuk menghadapi serangan Covid-19 yang masuk ke suatu wilayah berbeda. Wabah berkembang secara berbeda di negara berbeda.

Klik Berita Terkait:

Virus Corona di Amerika Serikat Semakin Parah, Capai Angka Kematian Tertinggi

Ilmuwan Inggris Ungkap Temuan Baru, Ada 6 Jenis Covid-19 dengan Gejala Berbeda

Waspada Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, WHO Sebut Tempat Ini Paling Rentan Virus Corona

Suatu negara harus menggali informasi untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang kondisi lokasi dan bagaimana proses penyebaran virus corona di daerah lokal mereka.

Suatu negara dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan tingkat penyebaran virus corona yang tinggi, mungkin dapat menerapkan lockdown untuk mengendalikan situasi, tapi negara lain bisa menerapkan cara berbeda untuk kasus berbeda.

Jangan "hilang kendali"

Ryan mengatakan negara-negara harus siap untuk memperketat atau melonggarkan tindakan yang sesuai untuk tidak "hilang kendali" terhadap virus, yang telah menewaskan sekitar 650.000 orang dan menginfeksi 16,3 juta di seluruh dunia.

"Hilang kendali terhadap virus, jumlah kasus bisa kembali naik," ujar Ryan.

Pimpinan teknis WHO terhadap Covid-19, Maria Van Kerkhove, mengatakan bahwa ketimbang mengharapkan langkah-langkah drastis untuk mengendalikan virus corona, orang perlu menyesuaikan perilaku mereka untuk jangka waktu yang panjang.

"Apa yang harus kita cari tahu, seperti apa penampilan normal kita yang baru? Normal baru kita seperti melakukan physical distancing dari orang lain, (dan) mengenakan masker yang sesuai," kata Kerkhove kepada wartawan.

Selain itu, normal baru juga mencakup pengetahuan yang perlu ditambah mengenai penyebaran virus corona.

"Normal baru kita termasuk kita mengetahui di mana virus ini menyebar setiap hari, di mana kita tinggal, di mana kita bekerja, di mana kita ingin bepergian," ujar Kerkhove.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "WHO Sebut Lockdown Bukan Strategi Berkelanjutan untuk Hentikan Covid-19", https://www.kompas.com/global/read/2020/07/28/180919570/who-sebut-lockdown-bukan-strategi-berkelanjutan-untuk-hentikan-covid-19?page=all#page2.
Penulis : Shintaloka Pradita Sicca
Editor : Shintaloka Pradita Sicca