Kebun Milik Warga di Kukar Diduga Dirusak Perusahaan Batu Bara, Komisi I DPRD Kaltim Gelar RDP

Soal rusaknya kebun buah milik seorang warga yang diduga akibat aktifitas pertambangan PT. IBP diklarifikasi DLH Kukar.

Kebun Milik Warga di Kukar Diduga Dirusak Perusahaan Batu Bara, Komisi I DPRD Kaltim Gelar RDP
Muhammad Udin, Anggota Komisi I DPRD Kaltim

RUBRIK.ID, SAMARINDA - Maraknya aktivitas penambangan ilegal dalam berbagai wilayah di Kaltim membuat resah berbagai kalangan.

Belum lama ini, dugaan pengrusakan kebun milik warga oleh perusahaan batubara kembali terjadi di Kutai Kartanegara.

Merespon hal itu, Komisi I DPRD Kaltim kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) Senin (5/4/2021) kemarin.

Dalam RDP kali ini, Dinas Lingkungan Hidup Kukar, Dinas Lingkungan Hidup Kaltim, dan Dinas ESDM Kaltim turut dihadirkan oleh Komisi I.

RDP Ketiga kalinya ini masih belum menemukan kejelasan sengketa yang muncul sejak bulan Februari lalu ini.

"Keterangan para pihak sudah kita kumpulkan, tapi memang belum ada titik terang," kata Muhammad Udin, Anggota Komisi I DPRD Kaltim.

Soal rusaknya kebun buah milik seorang warga yang diduga akibat aktifitas pertambangan PT. IBP diklarifikasi DLH Kukar.

"Mereka (DLH Kukar) sudah klarifikasi kalau temuan mereka saat itu terjadi tahun 2018. Sementara kasus ini baru mencuat 2020 kemarin. Sebelum ada tambang posisi kebun milik warga sekitar jelas berada di bawah, sejak ada aktifitas pengerukan kebun menjadi diatas. Itu argumentasi mereka," lanjut Udin.

Dari pertemuan ini belum ada titik kejelasan kelanjutan sengketa yang dilayangkan Muhammad, selaku pemilik kebun yang rusak akibat tambang batubara milik PT. IBP.

"Belum ada kejelasan. Yang jelas pekan depan kita akan ke lokasi untuk memastikan keadaan yang sebenarnya. Yang jelas kami (komisi I) berada ditengah-tengah, tidak memihak manapun. Kami mau persoalan ini segera selesai," Katanya. (Advertorial)