Datangi Kaltim, KPK Cek Pajak hingga Reklamasi Perusahaan Tambang

Datangi Kaltim, KPK Cek Pajak hingga Reklamasi Perusahaan Tambang
Datangi Kaltim, KPK Cek Pajak hingga Reklamasi Perusahaan Tambang
RUBRIK.ID - Jumat (8/8/2019), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) datangi sejumlah perusahaan tambang di Kaltim. \n\nBersama pihak Dinas ESDM, KPP Samarinda, Polres Samarinda, kunjungan dilakukan pada perusahaan tambang yang sebelumnya sudah mendapatkan surat perintah dari Dinas ESDM Kaltim untuk melakukan tindakan penutupan lubang tambang.\n\nKunjungan kali ini, KPK menurunkan 3 personil, diantaranya Penasehat KPK Muhammad Sani dan dua (2) orang dari Deputi Pencegahan Wuri dan Alex. \n\nJumlah perusahaan yang didatanmgi yakni 4 perusahaan di wilayah Samarinda yang menjadi tujuan peninjauan tindak lanjut KPK yaitu PT. ECI, PT. Nuansa Cipta Coal Investment (NCI), CV. Limbuh, dan PT. Lana Harita Indonesia (LHI).\n\nLokasi pertama adalah lokasi projek PT ECI. Muhammad Sani yang langsung bertemu dengan perwakilan dari PT ECI langsung mengkritik pedas.\n\n?Lokasi PT ECI ini sarat dengan pelanggaran seperti tidak adanya Jamrek,? kritiknya.\n\nKadis ESDM, Didik langsung memberikan peringatan pertama dan terakhir. Ia berjanji akan mengeluarkan surat peringatan kepada PT ECI atas ketidakpatuhan terhadap aturan yang berlaku.\n\nSetelah itu, rombongan langsung menuju Lokasi reklamasi yang di kerjakan oleh PT NCI. TIM KPK tak menemukan pelanggaran selama pengerjaan reklamasi. Namun, masih ada catatan bagi PT NCI.\n\n?PT NCI masih ada penunggakan pajak PBB yang harus segera dibayar,? tutur kepala kantor KPP Samarinda. \n\nRombongan melanjutkan perjalanan ke CV Limbuh Jalan Mugirejo Samarinda. Alasan mereka berkunjung ke sana ialah hasil laporan Kadis ESDM dimana posisi CV tersebut sangat dekat dengan pemukiman warga, dengan jarak kurang lebih 500 meter.\n\n?Nah, saya berterimakasih, karena CV Limbuh menjalankan apa yang sudah seharusnya, walaupun sebenarnya disurati dulu. Kalau kemarin saya gak lihat, ya bakalan berlubang terus mungkin,? celetuk Didik.\n\nDi samping itu, Tim Deputi Pencegahan KPK melakukan peninjauan lanjut atas penimbunan yang dilakukan oleh CV Limbug. Mereka melihat proses penutupan lubang tambang baik.\nLain pula komentar dari KPP Samarinda.PT Limbuh juga belum menjalankan tugasnya dalam pembayaran pajak PBB.\n\nTak berselang lama, rombongan menuju ke lokasi terakhir, yaitu PT Lana Harita di wilayah lahan Desa Tanah Datar, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara. KPK melakukan pertemuan tertutup dengan seluruh pihak.\n\n?Pertemuan ini KPK lebih kepada mediasi, jadi ada pembahasan yang sensitif. Tapi, sejauh ini LHI termasuk yang tertib. Kita tadi sudah klarifikasi,? kata Sani setelah keluar dari ruang Rapat LHI.\n\nDengan perjalanan hari ini, KPK akan meninjau kembali setelah 2 minggu ke depan. Tetapi, catatan yang perlu diprioritaskan ialah bagi perusahaan yang belum melakukan pembayaran pajak dan menuntaskan tugas penutupan lubang tambang. Mereka diberi waktu 2 minggu untuk menyelesaikannya. (*) \n