5 Jenis Tanaman Obat dan Cara Mudah Menanamnya di Rumah

Tanaman obat keluarga (Toga) belakangan ini cukup menjadi tren terutama saat pandemi virus corona (Covid-19).

5 Jenis Tanaman Obat dan Cara Mudah Menanamnya di Rumah
Ilustrasi/ Beritasatu.com

RUBRIK.ID - Berita Nasional yang dikutip RUBRIK.ID tentang tanaman obat dan cara menanam dirumah.

Tanaman obat keluarga (Toga) belakangan ini cukup menjadi tren terutama saat pandemi virus corona (Covid-19).

Namun tentu saja tren tersebut harus didasari pengetahuan cakap tentang jenis tanaman obat yang bisa ditanam di rumah.

Dengan mengetahui jenis tanaman toga dan menanamnya sendiri, Anda akan mendapat segudang manfaat untuk mengatasi keluhan penyakit yang kerap dialami anggota keluarga.

Misalnya, jika ada anggota keluarga yang punya masalah insomnia atau mudah gelisah, sangat disarankan untuk menanam tanaman obat lavender.

Melansir eMedi Health, Spesialis Nutrisi Bersertifikat (CNS) Courtney Jackson menyatakan bahwa tanaman obat telah terdokumentasi dan digunakan sebagai pengobatan alami sejak berabad-abad lalu.

Itu berarti, setiap generasi rata-rata berhasil sembuh dari penyakit ringan hingga sedang dengan bantuan tanaman herbal ini.

Oleh sebab itu, tak ada salahnya mengetahui macam-macam tanaman obat yang bisa ditanam di rumah guna mengatasi beragam keluhan penyakit ketimbang harus mengonsumsi obat berbahan kimia yang mungkin saja berefek jangka panjang.

Rekomendasi Tanaman Obat yang Bisa Ditanam di Rumah
Melakoni aktivitas bertanam memang menyenangkan, apalagi di lakukan di rumah sendiri.

Mengoleksi tanaman hias hingga tanaman toga nampaknya bakalan menjadi pelengkap yang apik bagi keseharian di rumah.

Pasalnya, selain memberikan kepuasan batin, yakni memberikan estetika pada ruangan di rumah, tanaman toga juga mampu menjadi penawar penyakit kala darurat.

Oleh sebab itu, ketahui macam-macam tanaman obat yang pas ditanam di dalam ruangan.

Anda bisa menaruhnya dalam pot-pot berukuran kecil hingga sedang.

1. Mint

Tanaman mint memiliki jenis daun dari tanaman herbal spesies Mentha yang banyak digunakan pada makanan, minuman, hingga pengobatan.

Mint memiliki karakteristik dengan rasa dan bau yang menyegarkan. Warna daunnya yang hijau cerah sangat cocok dijadikan dessert pada salad.

Tanaman obat daun ini juga memiliki segudang manfaat seperti mampu menyegarkan tubuh, hingga mengusir nyamuk dan serangga.

Untuk pengobatan alami, mint juga telah digunakan untuk mengurangi sakit perut, menenangkan pikiran, dan meningkatkan kualitas tidur.

Cara Menanam Tanaman Mint
- Beli tanaman mint kecil, sebab minta tidak mudah tumbuh dari biji saja
- Saat musim dingin atau penghujan, lindungi tanaman mint di dalam rumah
- Pilih media tanam yakni tanah yang memiliki drainase yang baik dan lembap
- Bersihkan daun mint saat menyiram dengan air
- Cabut beberapa daun mint yang kering saat tumbuh

Tips Penggunaan Tanaman Mint
- Letakkan beberapa helai daun mint di bak mandi, ketika Anda merasa sangat lelah
- Kombinasikan daun minta dan gabungkan dengan witch hazel untuk pembersih wajah
- Buat teh dari daun mint dengan rebusan air hangat, untuk menyembuhkan sakit perut

2. Kemangi

Kemangi masih tergabung dalam keluarga tanaman Lamiaceae, yang berasal dari India tengah-utara.

Hingga kini, perkembangan penanaman kemangi telah menyebar di seluruh dunia tropis.

Kemangi dikenal sebagai makanan anti bakteri, anti inflamasi, serta bisa melawan berbagai penyakit.

Salah satunya, kemangi memiliki berbagai manfaat, seperti kandungan vitamin A, mangan, dan magnesium yang baik untuk kesehatan.

Kemangi juga dapat tumbuh dan berkembang hingga mencapai 60-90 centimeter.

Beberapa varietas kemangi memiliki daya hidup lama, mereka dapat bertahan lebih dari 2 tahun.

Sedangkan yang lainnya hanya memiliki siklus tahunan, yang berarti mereka hanya dapat menyelesaikan siklus hidup dalam setahun.

Tanaman obat daun ini kerap disandingkan sebagai lalapan atau makanan tambahan berat, sebab memiliki aroma daun yang segar dan khas.

Banyak orang menanam kemangi di rumah karena memiliki perawatan yang tidak 'rewel'. Yang harus dilakukan adalah menyediakan jenis tanah yang tepat dan sinar matahari yang cukup.

Cara Menanam Tanaman Kemangi
- Waktu terbaik untuk menanam kemangi adalah 5 hingga 6 pekan sebelum musim penghujan atau musim dingin, sebab Kemangi tanaman tropis yang tidak suka suhu dingin
- Tanam biji kemangi di sepetak tanah dengan drainase baik yang lembap dan subur
- Pilih tempat yang cukup banyak sinar matahari, idealnya kemangi mendapat panas matahari 6 jam sehari
- Biarkan kemangi tumbuh selama 15 hari, dan kemudian potong ujungnya dari pucuk tengah badannya
- Pangkas yang apik, sebab jika tidak bekas daun yang dipotong akan tumbuh daun bercabang yang tumbuh ke samping
- Lakukan pemangkasan secara rutin untuk mencegah pertumbuhan bunga sejak dini

Tips Penggunaan Tanaman Kemangi
- Kunyah daun kemangi sebanyak 3-4 helai saat perut masih kosong di pagi hari
- Tumbuk beberapa helai daun kemangi dan campurkan dengan madu alami atau perasan lemon, untuk membantu menyamarkan noda jerawat

3. Rosemary

Rosemary bisa dikatakan sebagai tanaman obat daun dan penyedap makanan yang serbaguna.

Bahkan, menurut New York Botanical Garden (NYBG), mereka tidak hanya dapat mengusir nyamuk, tetapi mereka juga mencegah kutu daun, lalat putih, walang, hingga cacing gelang.

Rosemary juga memiliki tekstur daun yang apik dan kuat, sehingga pemilik dapat memangkasnya sesuai selera dan menjadikannya hiasan hunian indoor.

Selain itu, tanaman obat yang satu ini juga dapat dimanfaatkan sebagai bumbu dalam makanan, sebab memiliki rasa dan aroma yang unik yang hampir manis dan gurih secara bersamaan.

Secara medis, Rosemary memiliki manfaat karena sifat antibakteri, antibiotik, anti-inflamasi, dan antimikroba, yang dimilikinya.

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa Rosemary memiliki dampak positif pada otak.

Rosemary telah terbukti meningkatkan daya ingat, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan tidur.

Saat dihirup, aroma rosemary juga terbukti mampu meningkatkan daya ingat.

Cara Menanam Tanaman Rosemary
- Tanam Rosemary di media tanam seperti pot dengan volume besar, sebab tanaman obat ini dapat tumbuh tinggi dan melebar dalam waktu tak lama
- Siram rosemary secara rutin dan dengan air secukupnya yang merata
- Sering pangkas ujung daun rosemary yang menguning atau cokelat
- Simpan dalam ruangan yang dapat menyerap sinar matahari dengan baik

Tips Penggunaan Tanaman Rosemary
- Tambahkan setangkai rosemary ke dalam panci berisi air dan rebus untuk menikmati teh yang beraroma sangat nikmat. Teh rosemary adalah cara paling apik untuk mengkonsumsi rosemary, serta untuk mendapatkan manfaatnya secara oral.
- Potong beberapa daun rosemary, jadikan sebuah bundel dan gantung di beberapa sisi ruangan

4. Lidah Buaya

Tanaman yang satu ini memang terkenal dengan khasiatnya dalam perawatan kulit dan kecantikan.

Namun nyatanya, tanaman yang memiliki nama ilmiah Aloe Vera ini juga memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan sistem pencernaan hingga menurunkan gula darah.

Karakteristik tanaman ini dapat dilihat dari fisik Lidah buaya yang memiliki daging tebal dan berlendir, daun hijau-abu-abu yang muncul dari pangkal tanpa batang, serta daun yang memiliki tepi bergerigi dengan warna putih kecil.

Menilik khasiatnya, Gel lidah buaya dapat digunakan sebagai pengobatan penurunan berat badan, untuk pertumbuhan rambut dan rambut berkilau, asma, sakit maag, penyakit usus, gatal, dan peradangan.

Cara Menanam Tanaman Lidah Buaya
- Pilih daun lidah buaya dengan panjang minimal 8 centimeter saat pertama kali menanam
- Potong dengan pisau yang bersih untuk menghindari infeksi
- Siapkan tanah gambut, atau lebih bagus lagi gunakan tanah organik
- Letakkan pot tanaman obat ini di tempat yang mendapat asupan matahari yang cukup
- Jangan siram terlalu sering agar menghindari pembusukan akar

Tips Penggunaan Tanaman Lidah Buaya
- Potong daun lidah buaya, ambil gel di dalamnya dan bersihkan.
- Tumbuk sehalus mungkin, campurkan dengan madu alami atau perasan jeruk lemon, dan oleskan kepada bekas jerawat.
- Potong daun lidah buaya, ambil gelnya dan potong kecil-kecil. Rebus potongan lidah buaya dalam air hangat, tambahkan gula dan seduh.

5. Lavender

Lavender merupakan genus tumbuhan berbunga dalam famili Lamiaceae, dan memiliki setidaknya 25 hingga 30 spesies.

Asal tanaman hias yang satu ini adalah dari wilayah selatan Laut Tengah sampai Afrika tropis dan ke timur sampai India.

Selain sebagai tanaman hias, lavender juga merupakan salah satu tanaman pengusir nyamuk yang paling nyaman digunakan, sebab ia memiliki harus minyak atsiri pada kuncup bunganya.

Sebuah penelitian mengungkapkan, jika seseorang mengalami kecemasan, maka minyak esensial yang dimiliki lavender, sangat direkomendasikan untuk dihirup.

Terbukti menenangkan pikiran, tanaman dengan bunga warna ungu ini juga dipuji karena sifat obat penenangnya untuk membantu orang yang kesusahan tidur atau orang yang memiliki waktu tidur buruk.

Baru-baru ini, telah ditemukan bahwa lavender juga memiliki manfaat anti-inflamasi.

Lavender paling efektif diencerkan dan diterapkan pada kulit atau digunakan dalam aromaterapi.

Jika dirangkum, lavender memiliki serangkaian manfaat, seperti dapat mengurangi kegelisahan dan stres, menekan tekanan darah, menyembuhkan migrain.

Lalu, meredakan nyeri Haid melalui aroma terapinya, hingga mampu mengurangi kerontokan rambut.

Cara Menanam Tanaman Lavender
- Pastikan jika menanam lebih dari satu tanaman, berikan jarak 30-45 centimeter
- Lapisi bagian bawah pot dengan styrofoam yang memiliki ketebalan kurang lebih 5 centimeter. Cara ini akan membuat pot tetap terjaga kekeringannya sehingga lavender tidak cepat mati
- Gunakan batu kerikil di atas permukaan tanaman agar kondisi tanah selalu lembap dan tidak basah
- Sering pangkas daun-daun lavender yang warnanya kecoklatan
- Letakkan pot tanaman obat ini di tempat yang mendapat asupan matahari yang cukup

Tips Penggunaan Tanaman Lavender
- Ikat beberapa tangkai lavender, jadikan bundel dan pasang di beberapa sudut ruangan untuk memberikan aroma terapi dan mampu mengusir nyamuk
- Tumbuk beberapa daun lavender, dan oleskan pada wajah. Sebab minyak esensial yang dimiliki lavender mampu mengatur sekresi sebum secara berlebihan
- Ikat beberapa tangkai lavender, keringkan, dan seduh dengan air hangat untuk menjadikannya teh lavender

Nah, kelima tanaman obat yang bisa ditanam di rumah tersebut, dapat menjadi opsi aktivitas akhir pekan yang menyenangkan dan bermanfaat.

Kendati demikian, segala manfaat dari tanaman obat yang telah diulas hanya sebagai informasi umum, untuk menghindari efek samping, maka alangkah baiknya Anda tetap berkonsultasi dengan dokter. (*)

Artikel ini telah tayang di cnnindonesia.com dengan judul "5 Tanaman Obat yang Mudah Ditanam di Rumah", https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200723102822-277-528060/5-tanaman-obat-yang-mudah-ditanam-di-rumah