Kisah Ambo Tang, Penyintas Tumor Otak Butuh Biaya Operasi di RSUP Wahidin

by

RUBRIK. ID–Sudah jatuh tertimpa tangga, pribahasa ini sangat cocok menggambarkan kondisi Ambo Tang(44) , Warga Lingkungan Kuwarasan 3, Kelurahan Tomoni, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Betapa tidak, ditengah keterbatasan ekonomi, pria kelahiran Makassar ini harus berjuang melawan tumor otak di kepalanya.

Saat ini Ambo Tang tengah menjalani perawatan di RSUP Wahidin Sudiro Husodo di Makassar.

Ambo Tang memiliki 2 orang anak masing-masing Arda (17) dan Syifah (3). Karena keterbatasan ekonomi itulah anak sulungnya, Arda putus sekolah.

Saat masih sehat dan bugar, Ambo Tang banting tukang bekerja sebagai penyedia jasa Organda Kosgoro di terminal, upah yang diterima paling banyak Rp 500 ribu per bulan. Untuk menutupi kebutuhan keluarga, dia juga bekerja sampingan sebagai buruh bangunan.

“Saat bekerja sebagai butuh bangunan rumah burung walet itulah, dia jatuh dari lantai 3 . Dari kejadian itulah awal mula sakit kepala biasa lalu pada akhirnya dia
mengalami sakit ,” ungkap pengurus Firma Hukum Celebes Law Firm, Prayudi Malik, yang mendampingi Ambo Tang menggalang donasi.

Ambo Tang kata Prayudi sempat tidak mendapatkan perawatan medis lantaran tidak memiliki BPJS Kesehatan ataupun KIS.

“Namun setelah diupayakan KIS beliau sudah mendapatkan penanganan medis di RSUD I Lagaligo, Wotu kemudian dirujuk ke RSUD Sawerigading, Palopo. Setelah melalui proses CT scan beliau didiagnosa Maligant neoplasm of nasopharynx unspecified ( Tumor Otak ) selanjutnya untuk tindak penanganan lanjut beliau kembali di rujuk ke Makassar., “terang Prayudi.

Langkah pengobatan terhadap Ambo Tang tidak berjalan lancar. Pasalnya selain harus menjalani operasi yang tidak ditanggung oleh KIS pihak keluarga terkendala biaya sehari-hari selama di Makassar dan obat-obatan.

“Tumor otak sulit disembuhkan dengan cepat dan membutuhkan
waktu yang lama dan juga membutuhkan banyak biaya.Selain itu beliau tidak
mengetahui dimana keberadaan orang tuanya dikarenakan sudah terpisah sejak
usia remaja hingga kini beliau berumur 44 tahun. Jasa dtanggung KIS separuh tapi untuk operasi tidak ditanggung oleh KIS”bebernya.

Prayudi berharap bantuan dermawan untuk bersama-sama meringankan kerasnya takdir yang dijalani oleh Ambo Tang.

“Semoga ada dermawan yang tersentuh hatinya untuk meringankan beban Ambo Tang dan keluarga, “harapnya.

Saat ini Ambo Tang sudah berada di RSUP Wahidin Sudiro Husodo di Makassar. Bagi para dermawan yang ingin berdonasi bisa menyalurkan bantuan ke rekening BRI -214991002481509 atas nama Fandi Adinata atau CP 085223607759.

(rubrik1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.