Taufan Pawe dan “Cinta Gila” Sepak Bola

by -25 Views

RUBRIK,ID,PAREPARE–Nama Wali Kota Parepare, Taufan Pawe sedang naik daun di kalangan Suporter PSM Makassar.

Dahaga suporter Juku Eja untuk menyaksikan langsung tim kesayangannya bertanding di depan mata akan terobati dalam kurun waktu 4 hari kedepan.

PSM Makassar diketahui akan menjalani laga uji coba dengan klub peserta Liga 2 asal Manado, Sulut United, Senin (6/6/2022) di Stadion Gelora BJ Habibie .

Laga ini sebagai persiapan PSM Makassar menatap piala Presiden dan AFC Cup.

Namun tahukah anda jika kecintaan Taufan Pawe memang dikenal “gila” untuk urusan olah raga si kulit bundar ini.

Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe ternyata merupakan salah satu penghobi olahraga Sepak bola. Hal ini nampak dalam foto masa remaja yang dibagikan oleh Ketua DPD I Golkar Sulsel ini dalam akun Instagram pribadinya.

“Suatu masa, tahun 1979 di Lapangan Andi Makkasau Kota Parepare, ketika masih sebagai pemain PS JAKA PUTRA, Pada saat itu masih bersekolah di SMAN 1 Parepare,” tulis Taufan.

Wali Kota dua priode tersebut juga mendoakan rekan dalam tim sepak bola saat itu agar tetap sehat.

“Semoga teman-teman seperjuangan bersama keluarga sehat-sehat selalu. Salamakki,”doanya.

Jaka Putera diketahui merupakan salah satu klub sepak bola amatir di Kota Parepare. Klub ini banyak melahirkan talenta yang kini menjadi legenda sepak bola Persipare seperti Jalil Koro, Harvey Dewana dan Yan Ambasalu serta Sapri Salassa.

Kegemaran Taufan Pawe bermain bola, sudah terlihat saat bersama rekan sebayanya pada masa belianya, ia acap kali bermain bola di dalam lokasi monumen Korban 40 ribu Jiwa, di depan Masjid Raya Parepare, seperti diutarakan oleh salah satu sahabat kecil Taufan Pawe, Ichsan Mayan dikutip dari insertkabar.com.

“Taufan Pawe itu bersama saya sering menghabiskan waktu sore hari, bermain bola di dalam monumen Korban 40 Ribu Jiwa Parepare,” ujar pria asal Parepare, yang saat ini bermukim di Kalimantan Timur.

“Jadi masa itu kisaran tahun 1978-1979, saya bersama beliau bermain bola usai waktu sholat Ashar di Masjid Raya. Biasanya Taufan Pawe datang dibonceng motor vespa dari Jl. Andi Makkasau oleh ayahnya Bapak Pawe waktu itu,” kenang Ichsan

Membela Klub Jaka Putera

Saat menginjak bangku sekolah SMA, Taufan Pawe pun tercatat masuk dalam klub Jaka Putera pada tahun 1982, klub ini dibina oleh Kapten Arifin, dan berada di Labukkang Parepare.

Pada era tersebut Taufan Pawe, tinggal di jalan Andi Makkasau, jadi lokasinya tidak terlalu jauh. Kegemaran Taufan Pawe bermain bolanya tersalurkan di klub ini.

Klub Jaka Putra berdiri ditahun 1980. Nama klub Jaka Putera didedikasikan untuk anak Kapten TNI Arifin, yakni Jalaluddin Katto yang meninggal dunia dalam usia masih muda, kemudian disingkat Jaka. Sebagai catatan bahwa Jalaluddin Katto pada masa tersebut adalah pemain bola juga, dan aktif berlaga dibeberapa pertandingan. Jaka Putra bermarkas di tengah kota, yakni di daerah Labukkang. Tak jauh dari lapangan Andi Makkasau.

“Terkadang anggota klub Jaka Putera bermain, usai para pemain senior yang telah berseragam Persipare latihan. Barulah kami memasuki lapangan memanfaatkan sisa waktu, sebelum waktu petang menjelang,” ujar Yan Ambasalu, salah satu legenda Persipare, yang pernah merumput bersama Taufan Pawe.

Masuknya Taufan Pawe bergabung di Jaka Putra, tentu tak lepas dari andil Jalaluddin Katto, sebab satu almamater di Smansa Parepare. Kadang pula Taufan Pawe diajaklah main bola mewakili Smansa masa itu. Dalam perjalanannya klub Jaka Putera ini sering memanfaatkan lapangan Andi Makkasau baik untuk latihan, maupun dalam berkompetisi antar klub, dibawah naungan dan binaan Persipare.

“Posisi yang sering ditempati oleh Taufan Pawe, yakni wing forward atau penyerang sayap. Penetrasi serangan tim dari sisi kanan selalu menjadi titik, dimana Taufan Pawe menunjukkan kemampuannya waktu itu, sebab kakinya kuat pada bagian kanan,” ujar Yan.

Antara Sepatu Kico dan Supercup

Bagi Yan bermain bersama Taufan Pawe, ada nostalgia dan kesan tersendiri yang pernah dialaminya.

“Saya ingat masa itu, kami menggunakan setengah lapangan Andi Makkasau untuk bermain. Ada pun untuk tiang gawang, kami gunakan dan memasangnya dari bambu. Mainnya sampai jelang adzan maghrib berkumandang. Pokoknya pluit panjang itu ditandai dengan adzan Maghrib dari Masjid Raya. Yang tak jauh lokasinya dari lapangan Andi Makkasau,” tutur Yan.

Tak jarang Yan bermain bola dengan Taufan Pawe untuk membela almamater sekolahnya, yakni Smansa Parepare.

“Kami senang bermain dengan beliau (Taufan Pawe) pada waktu mewakili nama sekolah. Ayah beliau pada masanya, berprofesi sebagai kontraktor yang terkenal di Kota Parepare, era tersebut. Tak ada yang tak mengenal sosok Bapak Pawe ayahanda Taufan Pawe, hal ini bisa jadi karena orangnya supel dan pandai berkomunikasi dengan siapa saja. Berkat ayahanda Taufan Pawe, kami mendapat akomodasi kendaraan roda empat saat berlaga di Sidrap, Pinrang dan Barru. Sehingga team nyaman dalam perjalanan, menuju tempat laga pertandingan,” urai Yan lagi.

Setiap pemain bola, tentu membutuhkan sepatu bola yang bagus dan nyaman digunakan untuk bermain saat berada lapangan hijau. “Nah, sepatu yang digunakan oleh Taufan Pawe itu, mereknya Kico era tersebut termasuk sepatu bola mahal. Teman-teman yang membela Jaka Putera, hanya beliau memakai sepatu merek Kico, sementara saya hanya bisa menggunakan sepatu Super Cup,” tandas Yan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.